Kesempatan Fajar/Rian untuk Rebut Juara Dunia Tahun Ini

News  
Di antara pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang paling konsisten tahun ini. Sehingga berpeluang untuk meraih gelar Juara Dunia.
Di antara pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang paling konsisten tahun ini. Sehingga berpeluang untuk meraih gelar Juara Dunia.

Kondisi pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto saat ini sedang on fire. Tiga gelar juara dan empat runner up di enam turnamen berhasil ditorehkan pasangan yang kini menempati peringkat lima dunia tersebut.

Mereka dinilai memiliki peluang terbesar meraih gelar juara di kejuaraan dunia bulu tangkis yang akan berlangsung 22-28 Agustus 2022 di Tokyo Jepang. Pengamat bulutangkis Daryadi ketika dihubungi Republika mengatakan, peluang terbesar Indonesia dapat gelar juara dunia 2022 ada dari sektor ganda putra.

Dari empat pasangan Indonesia yang akan tampil di kejuaraan dunia tersebut Daryadi menyebut duet Fajar/Rian yang memiliki peluang terbesar juara. "Saat ini Indonesia punya kekuatan terbaik di ganda putra. Di kejuaraan dunia nanti The Minions (Kevin Sanjaya Sukomulyo/Marcus Fernaldi Gideon) akan main tapi belum tahu kondisi Marcus seperti apa. saat main di Indonesia kemarin tidak maksimal. The Daddies (Mohamad Ahsan/Hendra Setiawan) sudah mulai dimakan usia. Kita berharap dari Fajar/Rian yang sedang naik," ujar Daryadi.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Dalam masa 4-5 tahun terakhir Fajar/Rian selalu jadi bayang-bayang The Minions dan Daddies. Pada Asian Games 2018, dihadang Minions, di Olimpiade 2021 terjegal Daddies.

"Ini peluang besar Fajar/Rian juara, semoga drawing lebih bagus agar lebih mulus. Persaingan ganda putra saat ini tidak seketat tahun lalu, dimana Jepang punya sampai tiga pasang, Cina punya duo menara dan Taiwan punya Lee/Wang. Pesaing terberat dari luar saat ini Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dan Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Jadi ini peluang terbesar untuk Fajar/Rian," Imbuhnya.

Peluang selanjutnya bagi Indonesia di Kejuaraan Dunia 2022 menurut Daryadi datang dari tunggal putra melalui Anthony Sinisuka Ginting. Dari empat pemain Indonesia yang ikut Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Shesar Hiren Rhustavito dan Tommy Sugiarto. Ginting yang paling besar peluangnya dari Indonesia.

"Pemain ini di awal sempat meragukan, padahal Ginting pemain paling komplit, variasi pukulan, lebih kaya, banyak trick, tidak disukai lawan, termasuk Kento Momota kalau ditanya lawan yang sulit pasti menyebut Ginting. Melihat grafik Ginting saat sudah meningkat, sekarang tinggal kepercayaannya diri dan hasil drawing nanti seperti apa," kata Daryadi.

"Semoga saja drawing nanti Ginting tidak bertemu dengan Viktor Axelsen di babak-babak awal. Sebelumnya selalu ketemu di delapan besar, harapannya mereka berbeda pool. Jadi kalau mulus bisa ketemu di final. Karena Axelsen sekarang ini jadi momok semua pemain, catatanya 32 strike kemenangan. Bahkan Ginting menelan tujuh kekalahan beruntun dari Axelsen," imbuhnya.

Sektor lainnya tunggal putri, ganda putri dan ganda campuran menurut Daryadi masih susah diharapkan juara di kejuaraan dunia yang level nilainya setara dengan Olimpiade.

Tunggal putri sulit, karena pasti pemain top dunia akan ikut semua di sana. Jadi Gregoria Mariska Tunjung pastinya sudah akan bertemu delapan unggulan atas.

Dari delapan unggulan atas menurut Daryadi yang mungkin dikalahkan Gregoria adalah Akane Yamaguchi yang sebelumnya dikalahkan. "Mungkin Akane, karena sebelumnya Gregoria menang jadi secara mental lebih baik. Tetapi ini main di Jepang, pastinya Akane ingin tampil terbaik di hadapan pendukungnya sendiri," ujar dia.

Daryadi juga mengharapkan satu wakil tunggal putri lainnya Putri Kusuma Wardani yang dapat undangan BWF bisa main, walaupun sekarang sedang dalam pendidikan Polisi Wanita.

"Kejuaraan Dunia ini sifatnya undangan tidak sembarang pemain bisa main, ini kesempatan untuknya. Sayang kalau Putri buang kesempatan ini. Poin gede banget kalau juara dapat 13 ribu. Kalah babak pertama saja dapat 3000 poin. Padahal kalau juara super 100 BWF cuma 4000. Saya berharap Putri KW mendapat izin dan memanfaatkan ajang ini, semoga bisa, jangan buang kesempatan untuk dapatkan poin setara Olimpiade, keputusan ada di PBSI dan Institusi kepolisian," kata dia.

"Saya melihat Putri KW mungkin mau coba di bulu tangkis mentok nya dimana, melihat peluang, saat ini dibilang masih terseok-seok. Tetapi Putri ada potensi, pedenya tinggi tidak minder, bisa juara di super 300 BWF menunjukan dia punya potensi. Semoga setelah dapat status polwan, nanti Putri bisa fokus bermain di bulutangkis," kata dia.

Untuk ganda putri, lanjut Daryadi, tak adanya Apriyani Rahayu membuat wakil Indonesia akan kesulitan bersaing meraih gelar juara. "Apriyani tidak main, Siti Fadia kembali berpasangan dengan Ribka Sugiarto. Kalau melihat catatan mereka, bisa melaju hingga delapan besar saja sudah capaian yang bagus," kata dia.

"Ganda campuran kita juga harus realistis, kita harus rela puasa gelar cukup panjang. Setelah ditinggal Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Pasangan yang ada saat ini belum matang, masih setengah matang. Regenerasi agak telat. Apalagi kekuatan dunia sekarang dikuasai empat pasangan. Ada dua pasangan Cina Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong dan Wang Yi Luu/Huang Dong Ping. Dan masing-masing dari Jepang Yuta Watanabe/Arisa Higashino dan Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai," pungkas Daryadi.

Fitrianto

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Tukang Ngopi, Tukang Jalan, Tukang Jajan

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image